KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU BIMBINGAN KONSELING (BK) DAN SISWA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DI SMA NEGERI 1 BEBER KABUPATEN CIREBON
ARIEF HIDAYATUL MAHIN, 119100144 (2023) KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU BIMBINGAN KONSELING (BK) DAN SISWA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DI SMA NEGERI 1 BEBER KABUPATEN CIREBON. Other thesis, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.
1. COVER.pdf
Download (50kB) | Preview
5. BAB I.pdf
Download (21kB) | Preview
6. BAB II.pdf
Download (185kB) | Preview
7. BAB III.pdf
Download (91kB) | Preview
Abstract
Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Tanpa motivasi belajar yang cukup, siswa akan cenderung kurang bersemangat untuk belajar dan sulit untuk mencapai tujuan belajar mereka. Namun, tidak semua siswa memiliki motivasi belajar yang sama dan ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa, seperti faktor lingkungan, faktor sosial, dan faktor psikologis. Komunikasi interpersonal antara guru BK dengan siswa dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, saling percaya, dan mendukung. Guru BK di SMAN 1 Beber selalu berusaha meningkatkan motivasi belajar melalui komunikasi interpersonal dilakukan dengan cara guru BK selalu berusaha menjalin komunikasi dengan siswa karena guru BK menyadari bahwa komunikasi memiliki kemampuan dalam membentuk suatu situasi. Akan tetapi, kurangnya keterbukaan dari para siswa menjadi kendala utama yang dihadapi oleh Guru BK di SMAN 1 Beber. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Kualitatif deskriptif, untuk lebih mengetahui fenomena-fenomena tentang aspek kejiwaan, perilaku, sikap, tanggapan, opini, perasaan, keinginan dan kemauan seseorang atau kelompok. Dalam penelitian ini teori yang digunakan yaitu terori dari DeVito mengemukakan lima sikap positif yang perlu dipertimbangkan ketika seseorang merencanakan komunikasi interpersonal.Lima sikap positif tersebut, meliputi: Keterbukaan, Empati, Sikap Positif, Sikap Mendukung, Kesetaraan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa hambatan yang paling terasa adalah keterbukaan. Selain kurangnya keterbukaan dari siswa, hambatan lainnya ditemui yaitu waktu yang terbilang sedikit untuk melakukan bimbingan. Faktor utama yang membuat motivasi belajar siswa meningkat atau menurun itu berasal mdari keluarga. Guru BK harus berupaya melakukan pendekatan terlebih dahulu sebagai langkah awal dalam membangun kepercayaan antara Guru BK dan siswa.
Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Guru Bimbingan Konseling, Siswa, Keterbukaan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Political and Social Sciences > HA Communication Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username fisip |
| Date Deposited: | 05 Aug 2025 09:36 |
| Last Modified: | 05 Aug 2025 09:36 |
| URI: | https://eprints.ugj.ac.id/id/eprint/1140 |
