Login | Create Account

POLA KOMUNIKASI PENYIDIK DALAM MELAKUKAN PROSES BERITA ACARA PEMERIKSAAN TERSANGKA DI POLRESTA CIREBON

ZEKA KARTONO, 119100099 (2023) POLA KOMUNIKASI PENYIDIK DALAM MELAKUKAN PROSES BERITA ACARA PEMERIKSAAN TERSANGKA DI POLRESTA CIREBON. Other thesis, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
1. COVER.docx

Download (58kB)
[thumbnail of Bab 1]
Preview
Text (Bab 1)
5. BAB I.pdf

Download (117kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2]
Preview
Text (Bab 2)
6. BAB II.pdf

Download (237kB) | Preview
[thumbnail of Bab 3]
Preview
Text (Bab 3)
7. BAB III.pdf

Download (264kB) | Preview

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kasus kriminalitas yang tinggi kasus tersebut tersebar di bebagai daerah termasuk di kabupaten Cirebon yang ditangani Polresta Cirebon. Pengungkapan kasus melewati proses penyidikan berupa proses berita acara pemeriksaan yang didalamnya ada proses interogasi. Penulis tertarik untuk mengetahui pola komunikasi yang digunakan dalam proses berita acara pemeriksaan tersangka di Polresta Cirebon untuk menghasilkan informasi yang benar. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan juga studi kepustakaan. Teknik analisis data terbagi menjadi 3 tahap, yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pola komunikasi yang digunakan adalah pola komunikasi sirkular dengan pendekatan teori komunikasi interpersonal dengan keterbukaan berupa kejujuran tersangka jujur. dan terbuka terjadi yaitu penyidik menyiapkan materi pemeriksaan, empati berupa peduli yaitu memberikan nasihat dan memahami yaitu tersangka memahami perbuatannya telah merugikan orang lain, sikap mendukung berupa saling membantu yaitu menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta tidak menekan tersangka dan motivasi yaitu memberi motivasi kepada tersangka agar tidak putus asa, sikap positif berupa sikap positif yaitu tidak curiga berlebih dan kerjasama yaitu tidak melakukan kekerasan dan kesetaraan berupa suasana akrab dan nyaman yaitu terciptanya hal tersebut serta tidak memaksakan kehendak yaitu penyidik tidak mengejar pengakuan tersangka dan menghormati haknya. Tindakan Represif dengan tegas terukur dilakukan saat penyelidikan yaitu jika tersangka membahayakan di lapangan. Proses berita acara pemeriksaan terdapat kendala yaitu ada tersangka tidak terbuka, tidak memahami Bahasa Indonesia dan kurangnya alat bukti. Upaya yang dilakukan adalah membuat tersangka nyaman agar terbuka, menggunakan bahasa yang dimengerti tersangka dan mengumpulkan alat bukti yang terkait.
Kata kunci: komunikasi interpersonal, penyidik, pola komunikasi, tersangka.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Political and Social Sciences > HA Communication Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Unnamed user with username fisip
Date Deposited: 07 Aug 2025 04:17
Last Modified: 07 Aug 2025 04:17
URI: https://eprints.ugj.ac.id/id/eprint/1287

Actions (login required)

View Item
View Item