Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Osteoporosis dengan Asupan Protein Remaja Putri di Kota Bekasi Correlation Between Knowledge Levels about Osteoporosis and Protein Intake of Teenage Girl in Bekasi City
Marfa Fadilah, 118170100 (2022) Hubungan antara Tingkat Pengetahuan tentang Osteoporosis dengan Asupan Protein Remaja Putri di Kota Bekasi Correlation Between Knowledge Levels about Osteoporosis and Protein Intake of Teenage Girl in Bekasi City. Other thesis, Universitas Swadaya Gunung Jati.
BAB I MARFA FADILAH.pdf
Download (358kB) | Preview
BAB II MARFA FADILAH.pdf
Download (1MB) | Preview
BAB III MARFA FADILAH.pdf
Download (734kB) | Preview
Abstract
Latar Belakang Osteoporosis merupakan suatu penyakit tulang sistemik karena
berkurangnya kekuatan tulang yang berlangsung secara progresif tanpa kita
sadari. Penyebab osteoporosis diantaranya adalah hormon estrogen pada wanita
yang rendah serta perilaku hidup sehat yang kurang baik seperti kurangnya
mengonsumsi makananan makro dan mikronutrien. Menurut Pusat Data dan
Informasi Kemenkes (Pusdatin) diperkirakan tahun 2050 sebanyak lebih dari
setengah penduduk di Asia akan mengalami patah tulang akibat dari osteoporosis.
Usia remaja dikatakan masa yang paling baik untuk menabung tulang yang
berperan penting dalam mencegah osteoporosis di usia lanjut. Tentunya untuk
memahami hal tersebut diperlukan seluruh domain perilaku yaitu pengetahuan,
sikap, dan tindakan.
Tujuan Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang osteoporosis
dengan asupan protein remaja putri di Kota Bekasi.
Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross
sectional. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu
multistage random sampling dengan besar sampel sebanyak 100 orang yang tidak
memiliki gangguan makan seperti alergi seafood. Uji analisis statistik adalah
analisis rank spearman.
Hasil Tingkat signifikansi (p) dari hasil korelasi Rank Spearman diperoleh p
value sebesar 0,000 di mana nilai ini lebih kecil dari level of significance (alpha)
yaitu 0,05. Dengan demikian terdapat hubungan antara pengetahuan tentang
osteoporosis dengan asupan protein remaja putri di Kota Bekasi
Kesimpulan Semakin baik pengetahuan tentang osteoporosis, maka semakin
baik pula asupan protein untuk mencegah osteoporosis pada remaja putri. Akan
tetapi asupan protein tinggi harus diiringi dengan asupan kalsium 800 mg/hari
atau setara dengan dua gelas susu untuk dapat menurunkan risiko patah tulang.
Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, osteoporosis, asupan protein, remaja putri.
Latar Belakang Osteoporosis merupakan suatu penyakit tulang sistemik karena
berkurangnya kekuatan tulang yang berlangsung secara progresif tanpa kita
sadari. Penyebab osteoporosis diantaranya adalah hormon estrogen pada wanita
yang rendah serta perilaku hidup sehat yang kurang baik seperti kurangnya
mengonsumsi makananan makro dan mikronutrien. Menurut Pusat Data dan
Informasi Kemenkes (Pusdatin) diperkirakan tahun 2050 sebanyak lebih dari
setengah penduduk di Asia akan mengalami patah tulang akibat dari osteoporosis.
Usia remaja dikatakan masa yang paling baik untuk menabung tulang yang
berperan penting dalam mencegah osteoporosis di usia lanjut. Tentunya untuk
memahami hal tersebut diperlukan seluruh domain perilaku yaitu pengetahuan,
sikap, dan tindakan.
Tujuan Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang osteoporosis
dengan asupan protein remaja putri di Kota Bekasi.
Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross
sectional. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling yaitu
multistage random sampling dengan besar sampel sebanyak 100 orang yang tidak
memiliki gangguan makan seperti alergi seafood. Uji analisis statistik adalah
analisis rank spearman.
Hasil Tingkat signifikansi (p) dari hasil korelasi Rank Spearman diperoleh p
value sebesar 0,000 di mana nilai ini lebih kecil dari level of significance (alpha)
yaitu 0,05. Dengan demikian terdapat hubungan antara pengetahuan tentang
osteoporosis dengan asupan protein remaja putri di Kota Bekasi
Kesimpulan Semakin baik pengetahuan tentang osteoporosis, maka semakin
baik pula asupan protein untuk mencegah osteoporosis pada remaja putri. Akan
tetapi asupan protein tinggi harus diiringi dengan asupan kalsium 800 mg/hari
atau setara dengan dua gelas susu untuk dapat menurunkan risiko patah tulang.
Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, osteoporosis, asupan protein, remaja putri.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username fk |
| Date Deposited: | 22 Apr 2025 06:59 |
| Last Modified: | 22 Apr 2025 06:59 |
| URI: | https://eprints.ugj.ac.id/id/eprint/135 |
