EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPERSONAL DALAM MENJAGA KEHARMONISAN PERNIKAHAN USIA MUDA (STUDI KASUS DI DESA PAYUNG KECAMATAN RAJAGALUH KABUPATEN MAJALENGKA
SRI YUNINGSIH, 118100072 (2022) EFEKTIVITAS KOMUNIKASI ANTARPERSONAL DALAM MENJAGA KEHARMONISAN PERNIKAHAN USIA MUDA (STUDI KASUS DI DESA PAYUNG KECAMATAN RAJAGALUH KABUPATEN MAJALENGKA. Other thesis, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.
COVER.docx
Download (189kB)
BAB I.pdf
Download (295kB) | Preview
BAB II.pdf
Download (184kB) | Preview
BAB III.pdf
Download (114kB) | Preview
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi karena kurangnya kesepahaman atau tidak berjalannya komunikasi yang baik antara suami dan istri. Komunikasi yang tidak baik terjadi karena cara berkomunikasi yang tidak baik seperti seorang suami yang saat berbicara menggunakan kata kasar ataupun sebaliknya. Atau bisa saja intensitas pertemuan suami istri sangat jarang sehingga menjadi tidak harmonis. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui bagaimana komunikasi antarpersonal pasangan suami istri yang menikah di usia muda dalam menjaga keharmonisan keluarga (Studi Kasus di Desa Payung Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka). Efektivitas komunikasi antarpersonal menurut Devito, dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), dan kesetaraan (equality) (2011:285-90). Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan mengambil penelitian di Desa Payung Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Informan kunci dalam penelitian ini adalah pasangan suami istri yang menikah usia muda di Desa Payung Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Informan pendukungnya adalah orang tua yang ada di Desa Payung Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan studi kepustakaan , studi lapangan (observasi, wawancara dan dokumentasi). Hasil penelitian yaitu keterbukaan (sikap yang dapat menerima masukan dari orang lain serta berkenan menyampaikan informasi penting kepada orang lain), empati (mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasa, dan sikap mereka serta harapa dan keinginan mereka untuk masa mendatang), sikap mendukung (bersikap deskriptif bukan evaluative, spontan bukan strategic, dan provisional bukan sangat yakin), sikap positif (komunikasi antarpersonal terbina jika seseorang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri dam perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif) dan kesetaraan (adanya pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan).
Kata kunci : Efektivitas Komunikasi Antarpersonal, Pernikahan Usia Muda, Keharmonisan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Political and Social Sciences > HA Communication Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username fisip |
| Date Deposited: | 11 Aug 2025 07:43 |
| Last Modified: | 11 Aug 2025 07:43 |
| URI: | https://eprints.ugj.ac.id/id/eprint/1418 |
