Login | Create Account

PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 55 PIDSUSTPK/2020/PN.BDG)

Ervin Pratama Saputra, 118010048 (2022) PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR 55 PIDSUSTPK/2020/PN.BDG). Other thesis, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.

[thumbnail of BAB I]
Preview
Text (BAB I)
BAB_1.pdf

Download (706kB) | Preview
[thumbnail of BAB II]
Preview
Text (BAB II)
BAB_2.pdf

Download (607kB) | Preview
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
BAB_3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (863kB)

Abstract

Pemidanaan sebagai suatu sanksi yang diberikan kepada seseorang yang
telah melakukan suatu tindak pidana. Dalam pemidanaan terdapat sebuah sistem
pemidanaan double track system pidana pokok dan pidana tindakan. Hakim dalam
menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana korupsi yang termasuk dalam
tindak pidana extra ordinary crime haruslah memiliki efek jera. Begitu pula dalam
perkara Dinas PUPR kota Cirebon pada tahun anggaran 2017 terdapat pekerjaan
peningkatan jalan Dr. Cipto Mangunkusumo dalam pekerajaan tersebut terdapat
temuan kelebihan bayar menyangkut volume maupun kualitas yang tidak sesuai
dengan ketentuan dalam kontrak, yang mengakibatkan indikasi kuat karena
adanya kerugian keuangan Negara/daerah sebesar Rp. 2.334.021.032,47.
Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif, dengan cara
mengkaji dan mendeskripsikan dari bahan-bahan pustaka yang berupa literatur,
perundang-undangan dan beberapa berita yang berkaitan dengan permasalahan
yang akan dibahas, dalam hal ini adalah berkaitan dengan pemidanaan terhadap
pelaku tindak pidana korupsi.
Dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah
mengatur pidana pokok dan pidana tindakan, dalam hal ini pidana uang pengganti
dalam kerugian keuangan Negara yang telah dinikmati terpidana. Tetapi dalam
pemidanaan Tindak Pidana Korupsi, ada beberapa putusan hakim yang belum
menerapkan double track system. Dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan
pidana harus melihat fakta-fakta dalam persidangan dan harus memperhatikan hal-
hal yang meringankan dan memberatkan.

Kata Kunci : Pemidanaan, Double Track System, Korupsi

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Depositing User: Unnamed user with username fh
Date Deposited: 23 Apr 2025 04:10
Last Modified: 23 Apr 2025 04:10
URI: https://eprints.ugj.ac.id/id/eprint/284

Actions (login required)

View Item
View Item