Login | Create Account

METAKOGNISI SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH BARISAN DAN DERET ARITMATIKA ( Studi Kasus di SMA)

Rika Herlita, 119070031 (2023) METAKOGNISI SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH BARISAN DAN DERET ARITMATIKA ( Studi Kasus di SMA). Other thesis, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.

[thumbnail of BAB I]
Preview
Text (BAB I)
SKRIPSI FULL Rika Herlita,-16-19.pdf

Download (129kB) | Preview
[thumbnail of BAB II]
Preview
Text (BAB II)
SKRIPSI FULL Rika Herlita,-20-27.pdf

Download (38kB) | Preview
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
SKRIPSI FULL Rika Herlita,-28-32.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (210kB)

Abstract

Metakognisi penting dimiliki siswa karena dengan begitu siswa dapat
mengendalikan pikirannya sendiri atau mengontrol dirinya sendiri dalam proses
berpikirnya. Metakognisi adalah kesadaran seseorang terhadap proses dan hasil
berpikirnya dalam mengembangkan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi.
Tahap-tahap dalam memecahkan masalah yang dikemukakan oleh polya yaitu
memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana
pemecahan masalah, dan memeriksa kembali. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode Studi Kasus. Subjek dalam penelitian adalah
siswa kelas XII MIPA1 yang terdiri dari tiga siswa dimana masing-masing
mewakili siswa dengan kemampuan pemecahan masalah tinggi, sedang, dan
rendah. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes kemampuan
pemecahan masalah dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
siswa yang yang memiliki kemampuan pemecahan masalah tinggi dalam
memecahkan masalah mampu melaksanakan semua aspek metakognisi yaitu
mengembangkan perencanaan, pemantauan pelaksanaan, dan mengevaluasi
seluruh tindakan di setiap tahapan pemecahan masalah polya. Siswa yang
memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang dalam memecahkan masalah
telah mampu melaksanakan semua aspek metakognisi pada semua tahapan
pemecahan polya akan tetapi hanya optimal pada tahap memahami masalah,
merencanakan masalah dan melaksanakan rencana pemecahan masalah. Siswa
yang memiliki kemampuan pemecahan masalah rendah dalam memecahkan
masalah mampu melaksanakan semua aspek metakognisi pada tahap memahami
masalah dan merencanakan masalah tidak melaksanakan aspek metakognisi pada
tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa kembali hasil
yang diperoleh.
Kata Kunci : Metakognisi, Pemecahan Masalah

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan dan Sains > Pendidikan Matematika
Depositing User: Unnamed user with username fps
Date Deposited: 09 May 2025 08:53
Last Modified: 09 May 2025 08:53
URI: https://eprints.ugj.ac.id/id/eprint/755

Actions (login required)

View Item
View Item