REPRESENTASI KESETIAAN DALAM LIRIK LAGU “RESAH” KARYA PAYUNG TEDUH (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Luthfi Imroatussolihah, 119100065 (2023) REPRESENTASI KESETIAAN DALAM LIRIK LAGU “RESAH” KARYA PAYUNG TEDUH (Analisis Semiotika Roland Barthes). Other thesis, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.
COVER.docx
Download (236kB)
BAB I.pdf
Download (117kB) | Preview
BAB II.pdf
Download (248kB) | Preview
BAB III.pdf
Download (419kB) | Preview
Abstract
Lagu Resah merupakan salah satu lagu karya Payung Teduh dan Catur Ari Wibowo yang pertama kali dibawakan dalam Teater Pagupon. Lagu ini bernuansa romansa dan penuh penghayatan. Awalnya Payung Teduh terbentuk oleh dua orang sahabat yang berprofesi sebagai pemusik di Teater Pagupon, kelompok teater kampus yang didirikan oleh Ikatan Keluarga Sastra Indonesia, Universitas Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap tanda beserta makna kesetiaan dalam lirik lagu Resah, sehingga pesan yang ada dalam lirik lagu Resah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan 1 informan kunci yaitu pencipta lagu Resah, dan 4 informan pendukung yaitu salah satu personel band Payung Teduh dan 3 orang penikmat lagu Resah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini adalah terungkapnya makna tersembunyi dalam lirik lagu Resah. Makna denotatif lagu ini adalah hubungan seseorang dengan pasangannya, kecintaannya terhadap pasangannya sangat besar dan ia tetap setia dengan pasangannya walaupun sedang mengalami permasalahan. Secara konotatif, lagu ini bermakna hubungan seorang Petani dengan sawahnya. Sang Petani setia menunggu sawahnya pada malam hari di musim kering, selain menjaga sawahnya dari gangguan tikus dan hama, ia khawatir jika ada Petani lain yang curang menyerobot air. Makna mitos dalam lirik lagu ini yaitu sawah merupakan sumber kehidupan bagi sang Petani, oleh karena itu sang Petani sangat mencintai sawahnya dan selalu ingin menjaga dan merawat sawahnya dengan penuh kesabaran. Mitos dalam lirik lagu ini adalah sebuah kutipan dari naskah drama yang bercerita tentang hubungan antara petani dan sawahnya. Pencipta lagu ingin memberikan pesan bahwa kesetiaan tidak selalu tentang hubungan antar manusia, tetapi bisa juga hubungan antara manusia dan harta bendanya. Dalam lirik lagu ini, tergambar kesetiaan seorang petani, sawah adalah sumber kehidupan bagi sang petani. Ia ingin terus menemani dan menjaga sawahnya bahkan disaat keadaan sedang tidak baik-baik saja.
Kata Kunci : Analisis Semiotika, Kesetiaan, Lirik Lagu Resah Karya Payung Teduh.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Political and Social Sciences > HA Communication Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username fisip |
| Date Deposited: | 06 Aug 2025 04:51 |
| Last Modified: | 06 Aug 2025 04:51 |
| URI: | https://eprints.ugj.ac.id/id/eprint/1202 |
