SISTEM PENYIMPANAN ARSIP INAKTIF DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA CIREBON
Nina Mutmainah, 119090187 (2023) SISTEM PENYIMPANAN ARSIP INAKTIF DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA CIREBON. Other thesis, universitas swadaya gunung jati cirebon.
COVER (1).docx
Download (44kB)
BAB I.docx
Download (11kB)
BAB II.docx
Download (143kB)
BAB III.docx
Download (29kB)
Abstract
Penulis melakukan penelitian dengan judul “Sistem Penyimpanan Arsip Inaktif di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Penyimpanan Arsip yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyimpanan arsip, mengetahui faktor penghambat dan mengetahui upaya untuk mengatasi hambatan sistem penyimpanan arsip inaktif di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon. Penulis menentukan informan dengan Teknik Purposive. Pada penelitian ini informan dibagi menjadi dua yaitu key informan (Sub Koor Pengelolaan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon) dan secondary informan (Arsiparis Penyelia Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon). Uji keabsahan data dilakukan dengan cara check, recheck, dan cros check terhadap data. Teknik analisa data, pengumpulan data, reduksi atau penyederhanaan data, penyajian data, dan menjelaskan data yang ada secara sistematis berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Sistem Penyimpanan Arsip Inaktif dapat diukur dengan 4 dimensi menurut, Sambas Ali Muhidin (2019:105) yaitu, Kecepatan Penemuan Kembali, Ketepatan, Keamanan dan Efisiensi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dalam prinsip kecepatan penemuan kembali (accesability) sudah optimal karena kemampuan pegawai sudah dilatih sebab diikut sertakan dalam pelatihan diklat dan untuk menemukan arsip yang dicari sudah cukup cepat. Prinsip ketepatan (accuracy) sudah optimal karena arsip dipilah terlebih dahulu sesuai jenis arsip dan dalam pengendalikan arsip sudah tersimpan dengan baik. Prinsip keamanan (safety sudah optimal baik fisik maupun informasinya karena sudah memiliki peralatan untuk menjaga keamanan arsip. Prinsip efisiensi (efficiency) belum optimal karena kekurangan fasilitas yang dibutuhkan sarana prasarana yang belum memadai disebabkan anggaran yang belum mencukupi. Hambatan-hambatan yang ditemukan diantaranya yaitu kurangnya sumber daya manusia SDM, masih kurangnya anggaran dari pemerintah serta kurangnya perlengkapan dan peralatan dan ruangan khusus yang dapat menunjang sistem penyimpanan arsip yang lebih efektif. Upaya upaya yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon yaitu mengajukan pengadaan sarana prasarana kepada pemerintah kota, menciptakan sumber daya manusia SDM serta melakukan perencanaan alokasi dana khusus untuk pengadaan perlengkapan dan peralatan serta pembangunan ruangan khusus untuk penyimpanan arsip.
Kata Kunci : Sistem Penyimpanan arsip inaktif
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | H Political and Social Sciences > HA Communication Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Publik |
| Depositing User: | Unnamed user with username fisip |
| Date Deposited: | 11 Aug 2025 07:32 |
| Last Modified: | 11 Aug 2025 07:32 |
| URI: | https://eprints.ugj.ac.id/id/eprint/1416 |
