Login | Create Account

KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MELALUI MUSYAWARAH DESA DI DESA KEPONGPONGAN KECAMATAN TALUN KABUPATEN CIREBON

ANGGITIA ANANDA ISTIYANA, : 119090239 (2023) KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MELALUI MUSYAWARAH DESA DI DESA KEPONGPONGAN KECAMATAN TALUN KABUPATEN CIREBON. Other thesis, universitas swadaya gunung jati cirebon.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
1.COVER.docx

Download (314kB)
[thumbnail of 5.BAB I.docx] Text
5.BAB I.docx

Download (20kB)
[thumbnail of Bab 1] Text (Bab 1)
6.BAB II.docx

Download (104kB)
[thumbnail of Bab 3] Text (Bab 3)
7.BAB III.docx

Download (1MB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah Kepemimpian Kepala Desa Dalam Pengambilan Keputusan Melalui Musyawarah Desa Di Desa Kepongpongan bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Kepemimpinan Kepala Desa dalam pengambilan Keputusan Melalui Musyawarah Desa di Desa Kepongpongan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, dan untuk mengetahui hambatan apa saja dalam Kepemimpinan Kepala Desa dalam pengambilan keputusan dalam melalui musyawarah desa di Desa kepongpongan Kecamatan talun Kabupaten Cirebon. Latar belakakang penelitian ini adalah karena kepemimpinan Kepala Desa dalam pengambilan keputusan melalui musyawarah desa belum berjalan optimal karena hasil musyawarah desa yang belum demokratis dan timbul perselisihan. Metode penelitian kualitatif deskriptif dilakukan melalui teknik pengumpulan data :wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka.Penelitian kali ini menggunakan dua konsep yaitu teori Kepemimpinan oleh Henry Mintzberg ( 2014 : 67 ) dan teori Pengambilan Keputusan oleh Herbert A. Simon 1960 dalam Hamdan Dimyati (2014 : 314 ). Hasil penelitian di Desa Kepongpongan dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan Kepala Desa sudah berjalan optimal dalam dimensi antar pribadi, Pengambilan Keputusan namun dalam dimensi informasional peran penyebar belum optimal karena informasi yang disebarkan tidak langsung oleh Kepala Desa kepongpongan. Kemudian dalam Pengambilan Keputusan dimensi intelegen yaitu kondisi masyrakat belum optimal karena perbedaan pola pikir dalam masyarakat. Kemudian dalam desain bagian pembuatan belum optimal karena Kepala desa lebih banyak membuat kebijakan berdasarkan aspirasi dan pendapat dari masyarakat. dan pemilihan sudah berjalan optimal. Hambatan dalam Kepemimpinan Kepala Desa dalam pengambilan keputusan melalui musyawarah Desa adalah karakter masyarakat yang berbeda-beda sehingga terjadi perselisihan dalam pelaksanaanya .Upaya yang dilakukan Oleh kepala Desa Kepongpongan dalam mengatasi hambatan adalah menjalin komunikasi dan silaturahmi yang lebih baik kepada seluruh masyarakat Desa agar warga tidak sungkan terhadap saya selaku Kepala Desa.

Kata Kunci : Kepemimpinan, Pengambilan Keputusan

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Political and Social Sciences > HA Communication Sciences (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Publik
Depositing User: Unnamed user with username fisip
Date Deposited: 06 Aug 2025 03:46
Last Modified: 06 Aug 2025 03:46
URI: https://eprints.ugj.ac.id/id/eprint/1175

Actions (login required)

View Item
View Item